Welcome

menu

Detik Pos Indonesia

Rabu, 16 Mei 2012

Detik Pos Indonesia


Black Box Sukhoi Ditemukan, Evakuasi Korban Dilanjutkan

Posted: 15 May 2012 07:31 PM PDT

DETIKPOS.net - Meski black box alias kotak hitam sudah ditemukan, upaya evakuasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100 dilanjutkan hari ini, Rabu (16/5). Dua kantong jenasah siap dievakuasi ke bandara Halim Perdanakusumah.

"Masih ada dua kantong yang masih berada di tebing," kata Komandan Korem 061/ Suryakencana Kolonel Infantri AM Putranto.

Ia menjelaskan, total jumlah kantong yang telah terkumpulkan mencapai 31 kantong. Sebanyak 29 kantong di antaranya telah dikirim ke Jakarta pada Selasa kemarin.

Terkait kelanjutan evakuasi, Putranto mengatakan tergantung keputusan Kepala Basarnas. Apabila diputuskan dilanjutkan, maka akan diperpanjang per tiga hari. "Masih ada beberapa yang belum terevakuasi," kata dia.

Pantauan Republika, sejumlah helikopter tim SAR gabungan tampak lalu-lalang di helipad Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor.

Rating : 4.5
Sumber : www.republika.co.id
Info Iklan : risma@detikpos.net


Wajah Duka Punggawa MU saat Gagal Juara

Posted: 15 May 2012 07:32 PM PDT

DETIKPOS.net - Raut wajah sedih terpancar dari para pemain Manchester United kala menghadiri acara Gala Dinner Pemain Terbaik Liga Primer Inggris.

Kendati memetik kemenangan tipis 1-0 atas Sunderland di laga pamungkas Liga Primer Inggris, Minggu (13/5/2012) malam WIB, MU gagal menjadi kampiun Liga Primer musim ini.

Penyebabnya, Manchester City memetik kemenangan dramatasi melawan Queens Park Rangers (QPR) di markasnya, Stadion Etihad, di saat yang bersamaan.

Kedua tim sama-sama mengumpulkan nilai 89 poin di klasemen akhir Liga Primer Inggris. Namun, City berhak menjadi juara karena unggul selisih gol atas 'Setan Merah'.

Kegagalan itu rupanya berdampak kekecewaan mendalam bagi para punggawa MU. Raut wajah kesedihan pun terpancar saat mereka menghadiri acara Gala Dinner Pemain Terbaik Liga Primer Inggris pada Selasa (15/5/2012) waktu setempat.

Sebagaimana dilansir The Sun, Bomber Wayne Rooney datang ke acara itu dengan wajah seperti saat menghadiri acara pemakaman. Roo tampak sangat terpukul dan seperti menahan tangis.

Raut wajah kekecewaan lainnya tampak dari gelandang veteran Ryan Giggs dan pelatih Sir Alex Ferguson. Tak ada sedikitpun senyuman tersungging di wajah keduanya kala diwawancara oleh wartawan.

Bahkan kehadiran sang kekasih tak mampu mengobati kesedihan para punggawa MU itu. Wajah David De Gea dan Phil Jones tampak tetap bersedih kendati hadir di acara itu sembari ditemani sang kekasih.

Namun, para pemain MU bisa sedikit tersenyum ketika acara itu dimulai. Pasalnya, salah satu rekan mereka, Antonio Valencia, berhasil menyabet tiga penghargaan sekaligus.

Pemain sayap berusia 26 tahun itu sukses meraup penghargaan Pemain Terbaik musim ini dan juga Pemain Terbaik pilihan fans. Selain itu, golnya ke gawang Blackburn Rovers pada April lalu menjadi gol terbaik musim ini.

Rating : 4.5
Sumber : www.inilah.com
Info Iklan : risma@detikpos.net


Wah, Pesawat Sukhoi Superjet 100 Pakai Alat Jadul

Posted: 15 May 2012 06:59 AM PDT

DETIKPOS.net - Klaim Sukhoi Civil Aircraft Corporation, perusahaan yang membangun Sukhoi Superjet (SSJ) 100, bahwa pesawatnya memakai teknologi terkini patut dipertanyakan. Buktinya, emergency locator transmitter (ELT) pesawat nahas tersebut menggunakan frekuensi lama. Akibatnya jelas, ketika mengalami musibah, pesawat tersebut lebih lama ditemukan.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi setelah mengevakuasi alat tersebut dari jurang tempat jatuhnya Sukhoi mengatakan, ternyata ELT yang dipakai pesawat buatan Rusia itu masih menggunakan model lama dengan frekuensi di kanal 121.5,203 MHz. Sedangkan peralatan terbaru, frekuensinya berjalan di 121.5,406 MHz.

"Padahal, Indonesia sudah pakai frekuensi terbaru," ujar Tatang. Perbedaan frekuensi itulah yang membuat alat tersebut tidak berfungsi dengan baik. Terlebih, pesawat jatuh di dalam jurang yang membuat sinyal di frekuensi lama tidak bisa keluar.

Karena itulah, begitu menerima kabar Sukhoi hilang kontak, tim pencari tidak bisa segera menemukan bangkai pesawat. Pola pencarian dilakukan dengan cara yang lebih luas, yakni menyisir lokasi di sekitar kontak terakhir dengan ATC (air traffic control) Atang Sendjaja. Basarnas saat itu juga heran kenapa ELT tidak terdeteksi.

Bahkan, Juru Bicara Basarnas Gagah Prakoso mengungkapkan, tidak hanya satelit Indonesia yang gagal menangkap frekuensi SSJ 100 itu. Dua satelit milik negara tetangga, yakni Singapura dan Australia, yang menjadi backup satelit Indonesia juga sama. Seharusnya, begitu kecelakaan terjadi, pesawat langsung memancarkan ELT.

Dia tidak tahu pasti kenapa pabrikan Sukhoi memasang alat tersebut. Kalaupun standar pabrikan, alat itu terbukti tidak bisa berfungsi baik di Indonesia. Namun, untuk lengkapnya, Tatang akan membawa ELT tersebut ke markas KNKT. "Akan kami selidiki lebih lanjut ELT itu," imbuhnya.

Anggota Komisi I DPR Roy Suryo yang ikut ke Posko Cijeruk, Bogor, berharap agar fakta tersebut segera ditindaklanjuti pabrikan Sukhoi. Artinya, kalau serius membuka pasar di Indonesia, peralatan Sukhoi semestinya juga menyesuaikan. "Harus jadi koreksi kalau pesawat itu masih dipasarkan," katanya.

Roy menambahkan, dulu ELT bernama ELBA (emergency locator beacon aircraft). Alat tersebut disebutnya sudah jadi standar penerbangan sipil. Alat itu akan bekerja otomatis saat pesawat jatuh dengan tekanan tinggi. Dengan begitu, tim pencari bisa melakukan pelacakan dengan lebih mudah dan cepat.

Saat ini, lanjut Roy, ada tiga jenis ELT. Yakni, ELT untuk pendaki gunung, kapal laut, dan pesawat terbang. Dinamisnya dunia penerbangan juga memengaruhi penggunaan frekuensi tersebut. Kalau memaksa di 12.5 VHF yang jenis pancarannya line of sight atau lurus, gelombangnya tidak bisa menembus gunung.

Lebih jelas lagi, Gagah Prakoso mengatakan bahwa frekuensi yang dipakai di pesawat Sukhoi sudah sangat lama ditinggalkan Indonesia. Frekuensi tersebut pernah dipakai penerbangan Indonesia pada 1980-an. Jadi, sudah sangat jadul (zaman dulu). "Akhirnya, regulasi pada 2009 menegaskan, semua frekuensi ELT beralih ke 406 MHz," tuturnya.

Di Indonesia, proses perpindahan frekuensi juga tidak secepat membalik tangan. Namun, Gagah memastikan, sejak munculnya regulasi tersebut, tidak ada lagi pesawat di Indonesia yang ELT-nya masih di kanal 121.5,203 MHz. Tidak hanya pesawat, semua kapal juga sudah meninggalkan frekuensi itu.

Gagah lantas menjelaskan proses penyampaian titik koordinat melalui ELT ke radar milik Basarnas. Cukup sederhana sebenarnya. Saat pesawat mengalami musibah, ELT lantas terpancar. Satelit menangkap sinyal tersebut dan diteruskan ke radar. "Di bumi, satelit mengirimkan data dalam bentuk koordinat," jelasnya.

Dari titik koordinat itulah lantas diset ke global positioning system (GPS) untuk membaca lokasi. Begitu GPS menunjukkan ke mana arah yang harus diambil, tim pencari mulai bergerak ke lokasi. Namun, proses tersebut tidak terjadi pada ELT milik Sukhoi yang menabrak Gunung Salak, Bogor.

Kalaupun alat tersebut menyala, sinyal yang dikeluarkan tidak bisa dideteksi radar di Indonesia, Singapura, atau Australia. Karena itu, pencarian akhirnya dilakukan dengan cara manual. "Saya tidak tahu pasti, mungkin hanya Rusia atau Sukhoi yang pakai frekuensi lama," terang Gagah.

Bukan tanpa alasan Gagah menyebut demikian. Saat ini maskapai penerbangan rata-rata menggunakan pesawat dari pabrikan Eropa dan Amerika. Nah, dua benua tersebut sepakat untuk sama-sama menggunakan frekuensi 406 MHz. Dia yakin betul frekuensi tersebut dianut oleh beberapa negara lain lantaran dominasi pesawat Eropa dan Amerika di dunia.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Daryatmo menambahkan bahwa pihaknya belum tahu pasti apakah ELT mengalami kerusakan atau tidak. Saat dibawa dari dasar jurang, kondisi fisiknya memang lumayan bagus. Namun, apakah saat kecelakaan alat itu berfungsi atau tidak, dia tak tahu pasti.

Di luar itu, Daryatmo menyampaikan bahwa tim SAR gabungan telah mendekati bangkai ekor Sukhoi. Seperti diberitakan, ekor tersebut berada di dasar jurang sedalam 500 meter dan diprediksi banyak jenazah korban di sana. "Cuaca dan medan masih jadi kendala, tapi kami sudah dekat di ekor pesawat," urainya.

Untuk black box, Daryatmo mengatakan belum ada di tangan tim pencari. Benda yang diduga black box sebelumnya ternyata hanya ELT, GPS, dan alat komunikasi lainnya. Jadi, pencarian masih terus dilakukan dan asumsi black box ada di antara ekor pesawat tidak berubah.

Skenario untuk pencarian hari ini tidak berubah. Tetap kombinasi SAR udara dan SAR darat. Begitu juga dengan pola evakuasi. Kalau malam hari ditemukan, black box atau korban akan dibawa ke Jakarta melalui jalan darat atau menunggu keesokan paginya. "Ada belasan helikopter di lokasi. Kalau tidak bisa diatur, bisa muncul persoalan baru," tegasnya.

Di bagian lain, delegasi Rusia kemarin menemui Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres. Diantar Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov, selama 30 menit, delegasi membicarakan seputar kecelakaan yang terjadi di Gunung Salak, Bogor, itu.

Mereka, antara lain, Ketua delegasi khusus Rusia untuk mempelajari kasus SSJ 100 Yuri Slyusar dan Presiden United Aircraft Corporation Mikhail Pogosyan. Sementara itu, Wapres didampingi, antara lain, Wamenhub Bambang Susantono, Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti, dan Plh Dirjen Amerika Eropa Kemenlu M. Wahid Supriyadi.

Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut, delegasi Rusia menegaskan bakal ikut membantu dan menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat SSJ 100. Yopie menyebut tiga kelompok bantuan, yakni SAR, identifikasi korban, dan analisis penyebab kecelakaan.

"Tim dari Rusia ini, ketiganya, berada di bawah kendali instansi Indonesia," tegas Yopie. Dengan demikian, dia menjamin, prosesnya akan berlangsung transparan. Justru dengan bantuan itu, prosesnya akan berjalan lebih mudah. "Kredibel dan transparan juga menjadi kepentingan Indonesia," imbuhnya.

Yopie membantah adanya maksud lain dari kedatangan delegasi Rusia tersebut kepada Wapres. Menurut dia, pertemuan itu hanya bersifat audiensi. "Wajar jika mereka melakukan courtesy call ke Wapres," ucapnya.

Adakah permintaan agar black box dibawa ke Rusia? Menurut Yopie, permintaan tersebut tidak ada. Dia menegaskan, analisis black box akan dilakukan di Indonesia. "Kita menggunakan ketentuan bahwa itu menjadi wewenang negara tempat lokasi kejadian kecelakaan," tandasnya. Namun, dia tidak memerinci bisa tidaknya KNKT menganalisis black box tersebut. "Tanya KNKT, ya," ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Wapres menyatakan, musibah kecelakaan tersebut tidak sampai mengganggu hubungan kedua negara. Wapres juga menginstruksikan penuntasan penyelidikan secepatnya. "Wapres meminta supaya cepat dituntaskan dan memberikan penjelasan yang kredibel pada dunia internasional yang memberikan perhatian pada kejadian ini," katanya.

Rating : 4.5
Sumber : www.fajar.co.id
Info Iklan : risma@detikpos.net


0 komentar:

Poskan Komentar