Welcome

menu

Detik Pos Indonesia

Senin, 04 Juni 2012

Detik Pos Indonesia


Persib: Alasan Noh Alam Shah Memberikan Penalti Untuk Marcio Souza

Posted: 03 Jun 2012 10:48 AM PDT

DETIKPOS.net - Kemenangan Persib Bandung 5-0 atas Mitra Kukar, ternyata memberikan banyak cerita. Salah satunya adalah  gol penalti yang dibuat Marcio Souza di babak kedua. Noh Alam Shah yang dilanggar dalam kotak terlarang pada menit ke-67 bukannya mengeksekusi sendiri hadiah penalti tersebut, namun memberikannya kepada Marcio Souza. Lantas apakah alasan Noh Alam Shah melakukan hal tersebut? Ini keterangannya.

"Saya cuma cetak 3 gol. Kalau mau kejar Kayamba Gumbs (top scorer LSI 2011/12 hingga saat ini) ga mungkin kan? Mending saya kasih teman yang lain untuk cetak gol. Saya dulu kan pernah bicara, tim itu akan bahaya kalau ada yang ramai (banyak) pencetak gol. Kalau satu-dua orang aja ga ada gunanya. Orang jaga satu-dua orang itu kan beda dengan jaga 5-6 orang," ungkap Along yang ditemui di ruang ganti Stadion Siliwangi seperti yang dirilis Simamaung.

Along sendiri mencetak satu gol di babak pertama menit ke 41. Atas golnya itu, along memberikan uacapan terima kasih kepada Muhammad Ilham yang memberikan umpan cantik sehingga memudahkannya untuk mencetak gol.

"Tadi saya ga usah apa-apa. Saya tutup mata aja bolanya udah istimewa. Bukan berkat saya, itu berkat cross-nya dia (M Ilham) yang istimewa," ujarnya merendah.

Seperti halnya pemain lain, Along pun mempersembahkan kemenangan ini untuk almarhum Rangga Cipta Nugraha dan manajer Umuh Muchtar yang berulang tahun ke 64.

"Saya bersyukur karena hari ini kita memberikan persembahan yang bagus buat almarhum dan buat Pak Haji. Kita bisa kasih yang terbaik, itu yang bagus. Dan untuk meraihkan kemenangan yang terbesar di hari ini, itu istimewa," ungkap Along.

Rating : 4.5
Sumber : www.sidomi.com
Info Iklan : risma@detikpos.net


Kapten Belgia Jagokan Inggris di Euro 2012

Posted: 03 Jun 2012 10:40 AM PDT

DETIKPOS.net - Kapten Timnas Belgia, Thomas Vermaelen memuji timnas Inggris setelah kedua tim bertemu pada pertandingan persahabatan yang digelar di Stadion Wembley, Sabtu, 2 Juni 2012 kemarin. Pertandingan ini dimenangkan tuan rumah Inggris dengan skor 1-0 berkat gol yang dicetak Danny Welbeck.

Vermaelen yang beberapa waktu lalu sempat mengutarakan keinginannya untuk pensiun di Liga Inggris bersama klubnya sekarang, Arsenal, mengatakan faktor yang menjadi alasan Inggris layak diunggulkan di Euro 2012 adalah pengalaman yang dimiliki pemainnya.

"Timnas Inggris saat ini sangat menjanjikan untuk tampil di Euro 2012. Mereka memiliki banyak pemain bagus dan berpengalaman," kata Vermaelen dikutip Sky Sports, Minggu 3 Mei 2012.

Ucapan pemain berusia 26 tahun ini cukup beralasan karena saat ini skuad asuhan Roy Hodgson ini diperkuat beberapa pemain senior seperti Steven Gerrard, John Terry, Wayne Rooney, dan Scott Parker. Selain itu, Vermaelen berpendapat faktor Liga Inggris menjadi tolak ukur kualitas pemain yang dimiliki Inggris sekarang.

Vermaelen menganggap Liga Inggris sebagai salah satu liga terbaik di dunia. Kompetisi yang ketat telah membuat pemain yang bermain di liga ini memiliki kemampuan yang lebih.

"Pemain yang ada di skuad timnas Inggris merupakan pemain-pemain yang berlaga di Premier League, jadi saya pikir mereka akan bermain bagus di Euro 2012," lanjutnya.

Pada pertandingan persahabatan kemarin, rekan setim Vermaelen di Arsenal, Alex Oxlade-Chamberlain merasakan kesempatan tampil keduanya bersama tim senior Inggris. Ia ditampilkan sejak menit pertama sebelum digantikan rekan The Gunners lainnya, Theo Walcott pada menit 67.

"Saya senang melihat Oxlade-Chamberlain menjadi bagian dari skuad timnas Inggris. Dia layak mendapat kesempatan ini, karena dia telah menunjukan permainan yang bagus di Arsenal. Seorang pemain yang telah menunjukan permainan bagus, layak mendapatkan sebuah penghargaan," jelasnya.

Rating : 4.5
Sumber : www.vivanews.com
Info Iklan : risma@detikpos.net


Persija IPL Tahan Tuan Rumah Persebaya 3-3

Posted: 03 Jun 2012 10:32 AM PDT

DETIKPOS.net - Persija Jakarta menahan tuan rumah Persebaya dengan skor 3-3 dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Minggu sore.

Gol tuan rumah dicetak Otavio Dutra di menit ke-74 melalui tendangan pinalti dan dua gol melalui Fernando Soler di menit ke-76 dan ke-95. Sedangkan gol tim tamu dilesakkan Emmanuel De Porras menit ke-54 dan ke-93, serta Sansan Fauzi menit ke-59.

Di 15 menit babak pertama, serangan dikuasai tim tuan rumah. Beberapa kali tusukan dari Erol Iba maupun Mat Halil mengancam pertahanan Persija, namun belum bisa mengubah skor. Termasuk tendangan voli kaki kanan Andik Vermansyah yang masih tipis di atas gawang Aleks Utesky. Hingga 45 babak pertama berakhir, skor imbang masih belum berubah.

Memasuki babak kedua, Persebaya mengambil inisiatif serangan. Masih lima menit berjalan, tuan rumah sudah mendapat tiga kali beruntun tendangan sudut. Bahkan sundulan kepala Walter Breuzela sempat mengenai mistar gawang.

Terlalu asyik menyerang, pertahanan Persebaya lengah. Memanfaatkan tendangan bebas Danilo Fernando di menit ke-54, striker Persija Emmanuel De Porras berhasil menanduk bola dan meluncur deras ke gawang Endra Prasetya yang sudah meninggalkan sarangnya.

Lima menit berselang, giliran pemain pengganti, Rinto Ali, sukses membobol gawang tuan rumah memanfaatkan kesalahahpahaman antara kiper dengan bek Otavio Dutra.

Ketinggalan dua gol, Persebaya mencoba mengejar. Rendi Irawan dan Feri Ariawan dimasukkan untuk menambah daya gedor. Menit ke-68, Persebaya sempat mencetak gol, namun dianulir wasit karena Feri Ariawan terjebak offside.

Di menit ke-71, wasit Juhandri Setiana menunjuk titik putih setelah Feri Ariawan dilanggar di kotak terlarang. Keputusan itu memantik protes kubu lawan, bahkan pertandingan sempat terhenti tiga menit.

Otavio Dutra yang menjadi algojo sukses menjalankan tugasnya dan memperkecil kedudukan di menit ke-74. Dukungan ribuan bonek mania yang memenuhi stadion membuat pemain tuan rumah semakin menggebu mencetak gol penyama. Di menit 76, Fernando Soler berhasil mencetak gol dan menyamakan kedudukan 2-2.

Tidak ingin kehilangan poin di kandang, Persebaya terus menekan. Peluang demi peluang terjadi di muka gawang Aleks Utesky, namun belum berhasil menambah gol.

Malah Persija sukses menjebol gawang Endra Prasetya melalui serangan balik Emmanuel De Porras di tambahan waktu menit ke-93. Beruntung Fernando Soler kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah sundulan kepalanya mengoyak gawang Persija.

"Kami tidak puas dengan hasil ini, tapi tetap disyukuri tidak sampai kalah. Terima kasih kepada Bonek yang sudah 90 menit mendukung tanpa henti," ujar pelatih Persebaya Divaldo Alves kepada wartawan seusai pertandingan.

Sementara itu, Asisten Pelatih Persija Jakarta Toyo Haryono juga mengaku puas dengan skor akhir. Hanya saja ia mengaku sedikit kecewa dengan kepemimpinan wasit Juhandri Setiana setelah memberi hadiah penalti kepada tim tuan rumah.

"Hasil akhir tetap kami syukuri. Tapi kami tidak puas dengan wasit yang memimpin pertandingan," katanya.

Rating : 4.5
Sumber : www.antaranews.com
Info Iklan : risma@detikpos.net


Hasil UN Jeblok, Disdik Malang Didesak untuk Dievaluasi

Posted: 03 Jun 2012 10:25 AM PDT

DETIKPOS.net - Jebloknya hasil ujian nasional SMA dan SMP di daerah Malang memunculkan desakan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja dinas pendidikan setempat.

"Sekarang mau berdalih apalagi, faktanya hasil ujian nasional (UN) kalah jauh dengan daerah pinggiran. Sekarang tidak ada lagi alasan untuk menunda evalusi total terhadap Disdik," kata Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Christea Frisdiantara di Malang, Minggu (3/6).

Jika tahun-tahun sebelumnya, kata politikus dari Partai Demokrat tersebut, disdik berdalih jebloknya nilai UN itu karena kejujuran. Sekarang apa masih akan beralasan yang sama sebab pelaksanaan UN di daerah ini juga diawasi pengawas independen dari perguruan tinggi.

Apalagi, lanjut dia, dengan anggaran yang relatif cukup besar, yakni mencapai Rp144 miliar, seharusnya prestasi akademik juga jauh lebih baik daripada sekolah-sekolah pinggiran. Bahkan, tuduhan jika sekolah pinggiran melakukan kecurangan juga tidak terbukti.

Terus, tegas Christea, dalih apalagi yang akan dikemukakan oleh Disdik. Kota Malang ini menyandang predikat kota pendidikan. Namun, prestasi akademiknya dari tahun ke tahun terus menurun, bahkan di Jatim saja tidak mampu bersaing.

Kegagalan (jebloknya) menembus peringkat 10 besar di Jatim beberapa tahun terakhir ini, kata dia, menunjukkan adanya sistem yang salah dalam pendidikan di daerah ini.

"Kegagalan atau merosotnya prestasi pendidikan di daerah seharusnya menjadi 'tamparan' keras bagi seluruh pemangku jabatan di lingkungan pendidikan," katanya.

Selain perlu evaluasi total, lanjut dia, Disdik juga harus mengubah strategi pembelajarannya serta fokus akademik sebab selama ini Disdik lebih banyak fokus pada pencapaian prestasi di luar akademik, seperti UKS dan Adiwiyata.

Padahal, tegas Christea, capaian prestasi akademik juga sangat penting guna mengangkat lulusan sekolah di Kota Malang, apalagi kota ini juga mengusung banyak rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI), baik di SMA, SMP, maupun SD.   

Kota Malang berada di urutan ke-35 dari 38 kota/kabupaten di Jatim untuk hasil UN SMA 2012, bahkan hasil UN SMP pun juga tidak mampu menembus peringkat 10 besar.

Menanggapi kondisi tersebut Kepala Disdik Kota Malang Sri Wahyuningtyas mengatakan, jika memang diperlukan evalusi, harus dilakukan bersama-sama dengan semua pihak yang peduli terhadap pendidikan di daerah ini guna menemukan titik lemahnya.  

"Selama ini, kami sudah berupaya maksimal. Namun, keberhasilan pendidikan jangan hanya dilihat dari capaian nilai UN saja, tapi juga melihat prestasi lain dalam berbagai kejuaraan," katanya.

Rating : 4.5
Sumber : www.mediaindonesia.com
Info Iklan : risma@detikpos.net


0 komentar:

Poskan Komentar